468x60 Ads

This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Jumat, 02 Maret 2012

TIPS MENGEMBALIKAN FILE-FILE HILANG

                Apa jadinya jika secara tidak sengaja fiel-file penting terhapus oleh anda.Apa yang ada di benak anda kemudian?Lebih parahnya lagi, dalam penghapusan tersebut, anda melakukanya tanpa melalui Recyle Bin.Jelas,file tersebut akan terhapus secara permanen.Anda akan menyesal pada saat menyadari bahwa file yang terhapus adalah file yang masih dapat digunakan(di perlukan).
Langkah tercepat untuk mengembalikan file yang hilang tersebut,anda dapat mengikuti dalam enam langkah saja:
Langkah 1.Persiapan awal
      Pertama-tama program Recovery my File.Setelah terinstal,buka tool ini dari menu’’Start,All Programs.Recover My File’’.Sebuah Wizard akan menyambut anda untuk memulai proses pencaharian.
Apabila anda tidak ingin menggunakannya,anda bisa membuang checkmark pada ‘’Show wizard on start up’’.Kini pilih’’Manual Set option’’untuk mensetting tool.Pada tab’’File Types’’,anda akan menentukan jenis file yang dicari.Pada tab’’Search’’,anda dapat menentukan ukuran file yang hilang.Sementara tab’’Advanced’’,di bagian ‘’Search Level’’,gunakan pilihan’’Sector Level Search’’,untuk pencaharian yang lebih dalam,lalu klik’’OK’’.
Langkah 2.Filter file yang akan dicari
      Dalam melakukan pencaharian,anda dapat membatasi prosesnya agar pencaharian dapat berjalan cepat melalui featur’’Filter’’.Klik tombol’’Filter’’ pada menu bar,dalam jendela filter,anda dapat mengklasifikasikan pencarian berdasarkan nama file,ukuran,tanggal file,dan kata kunci file.Anda tinggal memberikan checkmark pada pilihan yang ingin anda gunakan.Contohnya,jika anda ingin mencari berdasarkan nama file,anda aktifkan pilihan’’By Filename’’ lalu isilah nama file pada kotak yang berada disampingnya,selanjutnya,klik’’OK’’.
Langkah 3.Menentukan lokasi pencaharian
      Langkah ketiga mengajak anda untuk memulai proses pencaharian.
Pilih’’Start Search’’untuk kembali ke wizard.Selanjutnya,klik pada pilihan’’Complete Search’’untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.Klik’’Next’’untuk menuju jendela berikutnya.Pada jendela yang muncul,anda dapat menentukan pilihan lokasi pencaharian dengan mengaktifkan salah satu drive atau folder.Sebaiknya, cara ini anda gunakan jika mengetahui letak folder file yang terhapus tersebut.Namun,jika tidak sebaiknya anda aktifkan saja semuanya.
Langkah 4.Memulai proses pencaharian
      Untuk memulai proses pencaharian,lanjutkan langkah ketiga tadi dengan mengeklik  tombol’’Next’’.
Disini,anda dapat menambahkan format file yang akan dicari.Namun ingat,semakin banyak format file yang anda pilih ,semakin lama juga jalannya proses pencaharian.Apabila tidak ada perubahan yang anda lakukan pada bagian ini,anda dapat segera memulai proses pencaharian file dengan mengeklik’’Start’’.Setelah itu,anda tinggal menunggu hasilnya.Selanjutnya anda dapat melihat hasilnya pada bagian’’Search Result’’
Langkah 5.Mengekspor list ke file
      Setelah proses selesai,tol akan menampilkan hasilnya di hadapan anda.Anda dapat melihat keterangan tentang file tersebut pada tab’’Preview’’dan ‘’Event Log’’di bagian bawah.Semua keterangan akan ditampilkan secara rinci,termasuk jenis recovery yang bisa dilakukan.Simpan file tersebut melalui’’Save File’’pada menu bar.Setiap hasil pencaharian,tool selalu membuat laporannya dan anda dapat menyimpan laporan itu.Klik’’File|Export list to CVS file’’untuk mengekspor laporan dalam format’’CVS’’.Untuk membuka laporan ini anda dapat menggunakan excel.
Langkah 6.Melakukan prose pembakaran
      Apabila file yang di recovery tergolong besar,tentu saja anda membutuhkan media penyimpanan yang memadai.Untuk kondisi seperti ini,lebih tepat jika anda menggunakan media CD atau DVD sebagai tempat penyimpanan.Anda dapat melakukannya melalui pilihan’’Recover| Save to CD/DVD’’.CD-RW ataupun DVD-RW ROM akan terdeteksi secara otomatis pada bagian’’Select device’’.Selanjutnya,klik’’Start Burn’’untuk memulai proses pembakaran.
Cepat lambatnya pembakaran tergantung pada kecepatan CD yang digunakan.









 
Referensi:
              www.mAster.com
             Master,2011.Membuat dan membasmi virus komputer.jakarta:Kunci aksara.

AJARAN TASAWUF MERUSAK AQIDAH ISLAM

 IMAM SYAFI’J radiallahuanhum Berkata:’’Seandainya seseorang menjadi sufi(bertasawuf)di pagi hari,niscaya sebelum datang waktu zhuhur,engkau tidak mendapati dirinya kecuali menjadi orang yang bodoh’’
                     (al-manaqib lili baihaqi 2/207)








Wihdatul mashdar menjadi salah satu ciri penetapan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam penetapan  masail aqidah,mereka hanya berlandaskan misykatun nubuwwah,wahyu dari ALLAH Subhanallahu Wata Alla .
Tidak memandang qiyas,akal,kasyf sebagai sandaran aqidah.Justru tiga hal tersebut akan  bertentangan dengan banyak nash al-kitab dan sunnah.Sehingga amat aneh apabila ada orang yang mendahulukannya di atas hujjah-hujjah Al-Qur’an dan Hadits.
Nabi muhammad Saulullahu Allahi Wassalam saja pernah menegur ‘umar bin al-khathab radiallahu anhu dari sekedar melihat-lihat lembaran kitab Taurat1 yang sebelumnya merupakan kitab yang di turunkan dari langit telah di masuki tahrif-tahrif hasil penyelewengan dari tangan para pemuka agama mereka.Dan tentunya Taurat dalam konteks hal ini jauh lebih afdhal daripada hasil qiyas tangan manusia dan khayalan dari kalangan sufi2.
      Seiring dengan perjalanan waktu,semakin jauh umat dari masa kenabian,muncullah berbagai keyakinan dan idiologi dari luar Al-Qur’an dan Sunnah yang mengintervensi aqidah islamiyyah,sufi dengan ajaran tasawufnyapun ikut menodai kejernihan dan keutuhan aqidah islamiyyah.
Masuknya ideologi ini ketengah kalangan masyarakat menyebabkan terjadinya kegoncangan aqidah pada aqidah kebanyakan umat islam,pemikiran dan pandangan-pandangan mereka dan secara otomatis menjauhkan mereka dari aqidah yang dibawa nabi Muhammad saulullahu allahi wassalam.
      Inilah salah satu dampak buruk yang harus dirasakan bila kekeliruan dan penyimpangan sangat dominan di masyarakat,akhirnya kyalayak menganggapnya sebagai kebenaran.
Pihak yang menentangnya di pandang keluar dari al-haq.Dan anehnya,bangsa barat memberikan atensi besar terhadap pengkajian khazanah’ilmiah’ Sufi,mencetak dan menyebarluaskanya serta menterjemahkanya keberbagai bahasa.Tiada hal lain selain mereka telah mengetahui bahwa bahaya Tasawuf bagi islam dan umat islam,bukan dalam rangka mendukung islam.Wallahul musta’an
DI BANGUN DI ATAS KEDUSTAAN JUGA
         Kerusakan aqidah bila di tampakkan dengan terang-terangan,pasti akan di tolak oleh orang-orang yang berfitrah lurus dan berakal sehat.Maka sebagian tokoh(Tarekat Sufi)ajaran ini mengajarkan tasawuf dengan slogan-slogan,visi dan misi yang menarik agar mudah menggandeng manusia sebanyak mungkin,menegaskan bahwa dakwah mereka sesuai dengan ajaran islam,misi mereka untuk mensucikan qalbu,membina ahklak dst.
Slogan-slogan yang menarik guna mengelabui umat.Seorang pemuka tarekat di Mesir,Mahmud as-Sathuhi menjelaskan bahwa tasawuf merupakan inti sari dari ajaran islam,mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah,berjihat melawan musuh dan hawa nafsu.
    Sebagian pemuka ajaran Tasawuf bahkan memandang bahwa seluruh Sahabat Nabi,generasi Tabi’in dan Tabi’it Tabi’in adalah pioner aliran Tasawuf karena sikap zuhud dan semangat berjihat mereka.
       Ungkapan-ungkapan di atas adalah klaim kosong dan pernyataan yang tidak mendasar.
Seorang muslim yang berilmu akan merasa keheranan dengan klaim-klaim(kosong tanpa bukti).Bagaimana mungkin mereka disebut mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah,serta menjadi para pengikut dan para penerus generasi terbaik umat?..Karena dari sisi aqidah terdapat perbedaan tajam antara  aqidah para Sahabat dan Kalangan Tasawuf,apalagi dengan tokoh besar sufi semisal Ibnu Arabi.
        Namun,keheranan ini akan segera sirna begitu mengetahui klaim-klaim palsu dan tuduhan asal-asalan dan merupakan salah satu uslub(metode)memasarkan ajaran mereka dan menjauhkan umat dari kebenaran.
BENAR-BENAR MERUSAK AQIDAH ISLAMIYYAH
          Kekhawatiran terhadap ideologi sufi tidak hanya kandungan penyelewengan aqidah yang ada padanya,.Akan tetapi,karena penyebarannya yang begitu luas di dunia islam.Akibatnya,terbentuk semacam opini bahwa kebenaran adalah apa yang ada pada Kaum Sufi.
      Seperti pepatah arab,wabil mitsal yattadhihul maqal ,dengan contoh bahwa pernyataan akan semakin jelas ,maka disini akan disebutkan contoh ajaran Tasawuf merubah kemurnian ajaran islam:
1.Aqidah islam telah menetapkan ALLAH Ta’alla  menciptakan mahluk-mahluk-NYA dari adam(tidak ada sebelumnya),tidak dari Dzat-NYA dan bahwa semesta inin bukan khaliq(pencipta).Inilah aqidah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saulullahu allaihi wassalam (berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi).
Sementara kaum sufi ,diyakini  bahwa segala perwujudan dari alam ini merupakan perwujudan dari Dzat ALLAH subhanallahu watta alla dengan aqidah  nya yang dikenal dengan sebutan wihdatul wujud,kesatuan wujud.
2.Aqidah islam berdasarkan nash-nash Al-Qur’an dan Hadits telah menentukan bahwa ALLAH Ta’alla berada di atas langit dan bersemayam di atas Arsy sesuai dengan kebesaran dan keagungan-NYA.ALLAH Ta’alla berfirman:
‘’(yaitu)Rabb yang Maha Pemurah yang bersemayam diatas Arsy(QS.Thaha 20:5)
Sementara dalam ilmu Tasawuf bahwa ALLAH Ta’alla berada dimana-mana.
3.Aqidah islam menyatakan bahwa kenabian mutlak merupakan keutamaan yang ALLAH subhanalallahu watta alla anugrahkan kepada insan yang ALLAH kehendaki.Kenabian dan Kerasulan tidak datang berdasarkan keinginan nabi dan rasul yang bersangkutan atau atas  permintaan mereka kepada ALLAH.ALLAH subhanalallahu watta alla berfirman:
‘’ALLAH memilih utusan-utusan-(NYA) dari Malaikat dan dari manusia.Sesungguhnya ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Melihat(QS.Al-Hajj 22:75).
Dalam hal ini,tokoh sufi menyakini bahwa kenabian dapat diraih melalui ketekunan melakukan riyadhah ,sampai seorang tokoh sufi,Ibnu Sab’in3 mengatakan,’’Ibnu Aminah(Muhammad saulullahu allahi wassalam)telah membatasi yang lingkupnya luas ketika mengatakan,’’Tidak ada Nabi sepeninggalku’’.
4.Aqidah islam menegaskan bahwa Nabi Muhammad saulullahu alaihi wassalam dan Nabi serta Rasul lain juga seperti orang-orang yang lain dan masih menjalankan syariat.Akan tetapi ALLAH Ta’alla memilih mereka dan mengutamakan mereka diatas kebanyakan orang-orang sebagai utusan-NYA.
 Adapun segolongan sufi berpandangan bahwa Nabi Muhammad sumber terciptanya segolngan makhluk-makhluk yang lain(keyakinan ini dikenal dengan aqidah Nur Muhammad).
Merekapun membawakan hadits-hadist palsu yang menyatakan bahwa jika tidak adanya Muhammad maka alam semesta ini tidak akan pernah ada.Merekapun memandang manusia bila sudah mencapai derajat tertentu tidak terkena kewajiban syariat islam.
5.Sumber hukum aqidah islam hanya ada dua hal:Al-Qur’an dan Hadits Shahih,tidak ada sumber ketiga dan keempat dan seterusnya...
Sementara itu, kaum sufi memiliki sumber aqidah yang lain yang dikenal dengan aqidah al-kasyf dan al-faidh.Mereka secara nyata menyakininya dan sebagai landasan keyakinan.
6.Aqidah islam menjunjung tinggi tauhidullah dan datang untuk memberantas kesyirikan dengan seluruh jenisnya dan praktek untuk menyekutukan ALLAH subhanalallahu watta alla.Sedangkan pada ajaran tasawuf,praktek syirik sangat kentara dalam bentuk meminta kepada penghuni kubur,istghotsah kepada orang-orang yang mati seperti kebanyakan tarekat sekarang ini(naqsabandiyah,qodhoriah,sammaniah dll),pengagungan kuburan dll.
7.Aqidah islam telah menetapkan bahwa hanya ALLAH Ta’alla saja yang mengetahui alam ghaib.ALLAH Subhanalallahu watta alla berfirman:
“Katakanlah:”Tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali ALLAH’’,dan mereka tidak mengetahui bahwa mereka akan dibangkitkan(QS.An-Naml:27:65).
Dalam hal ini,kaum sufi menyatakan bahwa syaikh-syaikh tarekat memiliki kemampuan meneropong dan mengetahui alam ghaib melalui jalan kasyf ,dan menurut mereka lagi,mereka memperoleh ilmu itu dari Nabi Muhammad saulallahu alaihi wassalam.
     Masih banyak kenyakinan mereka yang lainnya yang jelas-jelas,berseberangan dengan aqidah yang dibawa Nabi Muhammad saulallahu alaihi wassalam.

     Pendek kata,ajaran tasawuf berdiri diatas landasan-landasan berikut:
~Membagi agama menjadi lahir yang diketahui oleh orang-orang awam dan batin yang hanya dimengerti oleh kaum khos (orang-orang khusus saja)
~Memegang kasyf dan dzauq dalam penetapan masalah-masalah aqidah dan agama.

~Menshahihkan hadits melalui jalan kasyf
~Beramal berdasarkan hasil mimpi
~Beribadah dengan dasar dzauq dan wajd’
~Menyebarkan hadist lemah dan palsu dan mengamalkannya
~Membiasakan dzikir jama’i dan beribadah dengan menari-nari diiringi oleh alunan suara bunyi serulimg dan alat-alat musik lainya.Bahkan penulis kitab ihya ulumuddin menulis satu bab di dalamnya dukungan terhadap ibadah dengan tarian,musik disertai penjelasan tentang adab-adab dan menetapkan bahwa musik lebih menggelorakan hati dari pada Al-Qur’an dari tujuh aspek.(al-ihya:2/325-328)
       Demikian adalah point-point prinsip aqidah yang diajarkan dalam ilmu tasawuf dan diyakini kalangan sufi.Semoga ALLAH Subhanallahu watta alla menjauhkan kita dari segala kerusakan dalam keyakinan kita.Wallahu a’lam.



1.HR.Ahmad,al-Baihaqi,Ibnu Abi Ashim.Hadits hasan dengan jalur periwayatannya.
2.Lihat Manhajul Istidlal ‘al-I’tiqad ‘Inda Ahlul Sunnah Wal Jammaa’ah 1/41-42
3.Dia adalah Abdul Haqq bin Ibrahim bin Muhammad bin Nashr bin Sab’in(613-668),seorang pemuka golongan sufi dan termasuk berkeyakinan wihdatul wujud.

Referensi:
      www.PustakaProgresif.com
      Diambil dari As-Sunnah.

Rabu, 11 Januari 2012

FUNGSI DAN BIAYA PRODUKSI

Fungsi produksi

Sebelum melakukan pengukuran produktivitas pada semua sistem, terlebih dahulu harus dirumuskan secara jelas output apa saja yang diharapkan dari sistem itu dan sumber daya (input) apa saja yang akan digunakan dalam proses sistem tersebut untuk menghasilkan output.

menurut Cobb-Douglas

Salah satu model pengukuran produktivitas yang sering digunakan adalah pengukuran berdasarkan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas, yaitu suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua variabel atau lebih, variabel yang satu disebut variabel independent (Y) dan yang lain disebutvariabel dependent (X).

Cobb-Douglas itu sendiri merupakan bentuk fungsional dari fungsi produksi secara luas digunakan untuk mewakili hubungan output untuk input. Hal ini diusulkan oleh Knut Wicksell (1851-1926), dan iuji terhadap Buktistatistik oleh CharlesCobb dan Paul Douglas di 1900-1928.

Kelebihan dari fungsi produksi Cobb-Douglas:

1.Bentuk fungsi produksi Cobb-Douglas bersifat sederhana dan mudah penerapannya.

2.Fungsi produksi Cobb-Douglas mampu menggambarkan keadaan skala hasil (return to scale), apakah sedang meningkat, tetap atau menurun.

3.Koefisien-koefisien fungsi produksi Cobb-Douglas secara langsung menggambarkan elastisitas produksi dari setiap input yang digunakan dan dipertimbangkan untuk dikaji dalam fungsi produksi Cobb-Douglas itu.

4.Koefisien intersep dari fungsi produksi Cobb-Douglas merupakan indeks efisiensi produksi yang secara langsung menggambarkan efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output dari sistem produksi yang dikaji .

Manfaat dari dari fungsi produksi Cobb-Douglas

1. Mengetahui produktivitas marginal dari input tertentu yang tergantung

pada tingkat penggunaan semua input.

2. Fungsi tersebut dilinierkan dengan melogaritmakan menggunakan

analisis regresi linier.

Kekurangan dari fungsi produksi Cobb-Douglas:

1.Spesifikasi variabel yang keliru akan menghasilkan elastisitas produksi yang negatif atau nilainya terlalu besar atau terlalu kecil.

2.Kesalahan pengukuran variabel ini terletak pada validitas data, apakah data yang dipakai sudah benar, terlalu ekstrim ke atas atau sebaliknya. Kesalahan pengukuran ini akan menyebabkan besaran elastisitas menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.

3.Dalam praktek, faktor manajemen merupakan faktor yang juga penting untuk meningkatkan produksi, tetapi variabel ini kadang-kadang terlalu sulit diukur dan dipakai dalam variabel independent dalam pendugaan fungsi produksi Cobb-Douglas.

Rumus fungsi produksi

Y = AL α K β

Keterangan :

1.Y = total produksi (nilai moneter semua barang yang diproduksi dalam setahun)

2.L = tenaga kerja input

3.K = modal input

4.A = produktivitas faktor tota α dan β adalah elastisitas output dari tenaga kerja dan modal, masing-masing. Nilai-nilai konstan ditentukan oleh teknologi yang tersedia.

Bentuk umum fungsi produksi Cobb-Douglas adalah:

Q = δ.I α

Keterangan

Q = Output

I = Jenis input yang digunakan dalam proses produksi dan dipertimbangkan untuk dikaji

δ = indeks efisiensi penggunaan input dalam menghasilkanoutput

α = elastisitas produksi dari input yang digunakan

pada dasarnya Prosedur pendugaan dalam model yang dikembangkan berupa fungsi Cobb Douglas yang mempunyai elastisitas parsial variabel dengan introduksi faktor yang mempengaruhi, dapat mengakomodasi data yang mempunyai berbagai teknik produksi. Indek kapital secara sistimatik dapat dipilih sebagai faktor yang mempengaruhi elastisitas parsial dari setiap faktor produksi sehingga skala usaha setiap teknik produksi dapat diduga. Pendekatan fungsi tunggal hanya dapat mengestimasi elastisitas teknik produksi dengan intensitas kapital rata-rata.

Biaya produksi

Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh factor-faktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan barang-barang produksi oleh perusahaan tersebut. Untuk analisis biaya produksi perlu diperhatikan dua jangka waktu, yaitu

(1) jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.

(2) jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi dapat berubah dan sebagian lainnya tidak dapat berubah. Dalam bab ini hanya dibahas biaya produksi jangka pendek

Biaya produksi dapat dibedakan ke dalam dua macam, yaitu

(1) Biaya tetap (fixed cost)

(2) Biaya variabel (variable cost).

Dalam analisis biaya produksi perlu memperhatikan

(1) biaya produksi rata-rata : yang meliputi biaya produksi total rata-rata ,biaya produksi tetap rata-rata, dan biaya variabel rata-rata ; dan

(2) biaya produksi marjinal, yaitu tambahan biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi.

Jadi, dari segi sifat biaya dalam hubungannya dengan tingkat output, biaya produksi dapat dibagi ke dalam:

(1) Biaya Total ( Total Cost = TC) . Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.

TC = TFC + TVC Ket:TC=Total Cost

TFC = total fixed cost

TVC = total variable cost.

(2) Biaya Tetap Total (total fixed cost = TFC). Biaya tetap total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya. Sebagai contoh : biaya pembelian mesin, membangun bangunan pabrik, membangun prasarana jalan menuju pabrik, dan sebagainya.

(1) Biaya Variabel Total (total variable cost = TVC). Biaya variabel total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel. Contoh biaya variabel : upah tenaga kerja, biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan bakar mesin, dan sebagainya.

(2) Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC). Biaya tetap rata- rata adalah biaya

tetap total dibagi dengan jumlah produksi.TFC

AFC = ------- ( di mana Q = tingkat output)Q

(3) Biaya Variabel Rata-Rata ( Average Variable Cost = AVC). Biaya variabel rata-rata dalah biaya variabel total dibagi dengan jumlah produksi.TVC

AVC = --------Q

(4) Biaya Total Rata-Rata ( Average Total Cost = AC). Biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi dengan jumlah produksi.T C

AC = --------- atau AC = AFC + AVC.

(5) Biaya Marginal ( Marginal Cost =MC). Biaya marginal adalah tambahan biayaproduksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit.

DTC

MC = ---------DQ

6. Kurve Biaya Produksi

Kurve biaya produksi adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara jumlah biaya

produksi yang dipergunakan dan jumlah produk yang dihasilkan. Pada umumnya biaya

produksi ditunjukkan oleh sumbu vertikal dan jumlah produk oleh sumbu horizontal. Kurve

ini bisa diperoleh dengan diketahuinya : (1) kurve produk totap (KPT), dan (2) harga-harga

per unit input yang digunakan.

Kurve Total Variabel Cost (TVC) dan Kurve Total Cost (TC)

Kurve Biaya Tetap Rata-Rata ( Average Fixed Cost= AFC )

Kurve Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variable Cost= AVC)

Kurve Biaya Total Rata-Rata (Average Total Cost = ATC) dan Kurve Biaya Marginal (

Marginal Cost)

Biaya Total Variabel (Rp.) Biaya Total (TC)

TVC TFC + TVC = TC

7. Penerimaan (Revenue)

Penerimaan adalah penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. Terdapat tiga konsep penting tentang revenue yang perlu diperhatikan untuk analisis perilaku produsen. (1) Total Revenue (TR), yaitu total penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. Jadi, TR = Pq Q, dimana Pq = harga output per unit; Q = jumlah output. (2) Average Revenue (AR), yaitu penerimaan produsen per unit output yang dijual.

(3) Marginal Revenue (MR), kenaikan TR yang disebabkan oleh tambahan penjualan satu unit output.

KONSEP-KONSEP PENTING

· Konsep Biaya ( TFC, TVC, TC, AFC, AVC (MC) , ATC (AC)

· Hubungan antara TC dan Produk Total (PT)

· Hubungan antara MC, MR, dan AC

· Konsep revenue ( TR, AR, MR)

· Hubungan antara TR, MR, AR, dan Elastisitas harga

· Dalil Keuntungan Maksimum

www.wikipedia.com

www.google.com

Kamis, 17 November 2011

Selasa, 01 November 2011

KONSEP PERMINTAAN DAN PENAWARAN


Pengertian permintaan dan penawaran,dan faktor yang mempengaruhi dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satu harga dan kuantitas (jumlah barang). setiap transaksi perdagangan pasti adalah permintaan,penawaran,harga dan faktor yang mempengaruhi.
A. Definisi permintaan dan penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau di tawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
contoh permintaan adalah di pasar tanah abang yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli,sedangkan penjuala adalah penawaran.ketika terjadi transaksi antara penbeli dan penjual maka kedua nya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar menawar yang alot.
B. Konsep permintaan dan penawaran
konsep Permintaan
Apabila semakin rendah nilai harga dari suatu barang maka akan semakin banyak barang tersebut yang diminta,dan sebaliknya apabila semakin tinggi nilai harga dari suatu barang maka akan semakin sedikit barang tersebut yang diminta”
Konsep  tersebut setara dengan : bila harga naik maka penawaran naik, penawaran sedikit bila harga turun (hukum penawaran).Oleh karena itu permintaan dan penawaran merupakan hal yang saling berkaitan. Hukum permintaan di atas memberikan gambaran bahwa konsumen (pembeli) akan berlaku lebih konsumtif jika terjadi penurunan harga. Konsumen menjadi lebih konsumtif terhadap barang maka barang tersebut makin banyak diminta. Hal ini terjadi karena mereka ingin mendapatkan suatu kepuasan berupa keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Namun jika harga mulai menaik (tinggi) konsumen tidak lagi mementingkan suatu barang tersebut untuk dikonsumsi lebih banyak. Tetapi mereka cenderung untuk mengganti produk tersebut dengan barang yang lebih murah. Misalnya dalam suatu kurun waktu tertentu permintaan terhadap gula tebu menurun dikarenakan harga yang semakin meningkat. Sehingga konsumen yang biasanya menggunakan gula tebu akan beralih ke penggunaan gula aren yang harganya lebih murah jika dibandingkan dengan gula tebu.
Jika terjadi suatu permintaan yang tak terhingga atau melebihi batas maka hal ini akan menjadikan suatu kondisi berupa kelangkaan barang (kebutuhan/keinginan seseorang atau masyarakat lebih besar dari pada tersedianya barang dan jasa tersebut). Kelangkaan barang ini terjadi ketika harga barang yang sangat murah banyak diminta oleh para konsumen sehingga menimbulkan kelangkaan terhadap barang tersebut. Karena kelangkaan tersebut maka harga yang sebelumnya jauh lebih murah, lambat laun akan meningkat. Dalam konsep Permintaan dijelaskan bahwa semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang diminta, dan sebaliknya. Hal yang berbeda justru terjadi pada saat hari raya tiba, pada saat hari raya harga-harga barang semakin naik tetapi permintaan juga semakin bertambah. Hal ini disebabkan karena para pelaku ekonomi (khususnya para pelaku rumah tangga) memerlukan kebutuhan yang lebih besar dari kondisi yang sebelumnya. Dalam menghadapi hari raya semua orang yang merayakan membutuhkan segala sesuatunya lebih banyak jika dibandingkan dengan hari biasa sehingga hal ini dimanfaatkan bagi para pedagang untuk meraup untung sebesar-besarnya. Semakin banyak permintaan maka semakin tinggi pula harga barang. Hal tersebut sangat bertentangan dengan hukum permintaan ekonomi (Semakin rendah tingkat harga suatu barang akan semakin banyak barang tersebut yang diminta, dan sebaliknya. Semakin tinggi tingkat harga suatu barang, akan semakin sedikit permintaan barang tersebut) pada uraian di atas tersebut. Intinya dalam perayaan hari raya penjual menginginkan adanya keuntungan besar sehingga mereka memanfaatkan momen tersebut sebagai nilai tambah penjualan mereka dengan cara memperoleh laba yang besar. Jadi hukum permintaan tidak berlaku mutlak pada asumsi ceteris paribus.
2.Hukum Penawaran
Semakin tinggi tingkat harga dari suatu barang maka akan semakin banyak pula nilai barang yang di tawarkan”
Apabila harga naik, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan meningkat. Jika harga barang atau jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus. Semakin banyak penawaran harga cenderung turun. Harga akan naik bila penawaran sedikit. Semakin tinggi harga semakin banyak pula penawaran yang dilakukan dengan anggapan ceteris paribus. Setara dengan : bila harga naik maka permintaan turun, permintaan semakin banyak bila harga turun (hukum permintaan).
C. Faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan (demand)
1. Perilaku konsumen/selera konsumen saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli,tetapi beberapa tahun yang akan datang mungkin sudah dianggap kuno.
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meisis,selai dan margarin akan
turun permintaannya.
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya tunjangan gaji dan pendapatan yang besar dapat membeli banyak barang
yang dia inginkan,tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan me
ngirit pemakaian barang yang dibelinya
4. Perkiraan harga dimasa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik,maka orang akan menimbun atau membeli
ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung/flu babi sedang merebak,produk masker pelindung akan sangat laris.
pada bulan puasa permintaan buah kurma,blewah,timun suri,sirup akan meningkat.
D. Faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran (suply)
Biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan tujuan perusahaan pajak ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap prediksi/perkiraan harga di masa depan pembahasan :
1. biaya produksi dan tekhnologi yang digunakan
Jika biaya produksi/pembuatan suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual.dengan adanya tekhnologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
Elastisitas Dalam Perekonomian
http://ranggablack89.files.wordpress.com/2010/06/ep.jpg?w=300&h=2271. Pengertian Elastisitas
Salah satu pokok bahasan yang palin penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep elastisitas. Pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan Dan penawaran membantu para ahli ekonomi untuk menjawab suatu pertanyaan, yakni apa yang akan terjadi terhadap permintaan Dan penawaran,  jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva demand Dan kurva supply beubah? Dan berapa besar pengaruhnya?
Untuk menjawab ini pakailah konsep elastisitas.
Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari julah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.
1.1 Elastisitas Permintaan
Elastisitas harga permintaan adalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.
Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yahitu :
  1. elastisitas harga permintaan
  2. elastisitas silang
  3. elastisitas pendapatan
Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)
Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.
Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :
  1. Tidak elastisitas (in elastic)
  2. Unitari (unity) dan
  3. Elastis (elastic)
Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :
http://ranggablack89.files.wordpress.com/2010/06/11.jpg?w=433&h=119
Dimana :
Eh = elastisitas harga permintaan
Q  = Jumlah barang yang diminta
P = harga barang tersebut
Δ = delta atau tanda perubahan.
Hasil akhir dari elastisitas tersebut memberikan 3 kategori :
  1. Apabila perubahan harga (ΔP) mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barnag yang diminta (Δ Q), sisebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya adalah besar dari satu (Eh.1). Nemtuk kurva permintaannya lebih landai. [ % ΔP < % Δ Q].
  2. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah barang yang diminta (% Δ Q), disebut dengan elastisitas yang unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1), bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q].
  3. Apabila persentase perubahan harga (% ΔP) mengakibatkan perubahan kenaikan jumlah barang yang diminta (% Δ Q) yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1). Bentuk kurva permintaannya lebih vuram[ % ΔP > % Δ Q].
Pembagian kedalam tiga kategori tersebut disebabkan karena perbedaan total penerimaan (Total Renenue)nya sebagai akibat perubahan harga masing-masing kategori.
Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),
Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :
  • Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
  • Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.
Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan
Elastisitas harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga. Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.
Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :
  1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar
  2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut
  3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen
  4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut.
  5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang
Elastisitas akan besar bilamana :
  1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
  2. harga relatif tinggi
  3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain
Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :
  1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
  2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
  3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.
Elastisitas Silang dalam permintaan (The Cross Price Elasticity of demand)
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y
Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya  kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.
Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :
http://ranggablack89.files.wordpress.com/2010/06/21.jpg?w=364&h=229
Perlu dicatat bahwa indeks/koefisien elastisitas tidak sama dengan lereng dari kurva atau slope dari kurva permintaan. Bila elastisitas tersebut no (0) berarti tidak ada hubungan antara suatu barang dengan barang lain.
Elastisitas Pendapatan dalam Permintaan (The Income Elasticity of Demand)
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.
Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus.
http://ranggablack89.files.wordpress.com/2010/06/3.jpg?w=490&h=125
Jika Em = 1 (Unity), maka 1 % kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yang diminta;
Jika Em >1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.
Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik.
Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior.
Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.
1.2 Elastisitas Penawaran
Elastisitas Harga Penawaran (The Price Elasticity of Suply)
Sama hal dengan perhatian elastisitas harga pada permintaan, maka pengertian elastisitas harga pada penawaran, diartikan sebagai suatu alat untuk mengukur respon produsen terhadap perobahan harga, penghitungan elastisitas harga penawaran sama dengan penghitungan pada elastisitas harga permintaan, hanya saja perbedaan pengertian jumlah barang diminta diganti dengan jumlah barang yang ditawarkan.
http://ranggablack89.files.wordpress.com/2010/06/4.jpg?w=205&h=117
Dimana :
Q         adalah jumlah barang yang ditawarkan;
P          adalah harga barang;
S          adalah delta atau perobahan.
Seperti terhadap koefisien elastisitas harga permintaan, koefisien penawaran tersebut juga dapat dibagi kedalam tiga  kategori, yaitu :
  • Elastis (Es > 1)
  • In Elastis (Es < 1),
  • Unity (Es = 1).
  • Elastis Sempurna (Es = ~ );
  • In Elastis Sempurna (Es = 0).
Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :
  1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
  2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.
Elastisitas Penawaran Ditinjau dari Sudut Waktu
Elastisitas penawaran juga tergantung kepada waktu, apabila harga berobah, para ahli ekonomi membedakan tiga waktu/masa bagi produsen dalam rangka menyesuaikan jumlah barang yang akan ditawarkan dengan perobahan harga tersebut.
Secara umum, semakin lebih panjang waktu produsen untuk menyesuaikan diri terhadap perobahan harga, semakin besar elastisitas penawaran.
Adapun tiga waktu tersebut adalah :
(1)  tiga Immediate Run / Momentary Period / Market Period, suatu periode waktu yang sangat pendek, dimana jumlah barang yang terdapat di pasar tidak dapat dirubah, yaitu hanya sebanyak yang ada di pasar, kurva penawaran in elastis sempurna.
Seperti yang diperlihatkan gambar.
The short Run, adalah suatu periode waktu yang cukup panjang bagi suatu perusahaan untuk memproduksi barang, tetapi tidak cukup panjang untuk mengembangkan kapasitas atau masuk pasar bagi perusahaan baru, sehingga out put hanya dapat dikembangkan sebatas kapasitas yang ada, bentuk kurva penawaran Unity.
The Long Run, adalah suatu periode waktu yang sangat panjang bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar dan bagi perusahaan lama untuk membuat perencanaan untuk pengembangan perusahaan yang lebih memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan perobahan harga, bentuk kurva penawarannya lebih elastis,
Cara Menghitung Elastisitas Permintaan
Secara garis besar ada dua cara dalam mengukur besaran elastisitas permintaan, yaitu :
(1)  Elastisitas Titik (Point elasticity)
Cara ini digunakan untuk mengukur elastisitas yang perubahan harga dan jumlah yang diminta relatif sangat kecil atau limit mendekati nol, hal ini dapat dibuktikan,
(1)  Elastisitas Busur (Art Elastisity)
Cara kedua ini digunakan untuk mengukur perubahan harga dan jumlah permintaan yang besar.
Cara penghitungan ini terbagi dalam dua bentuk :
1. Elastisitas Jarak.
Suatu cara mengukur elastisitas yang besar, tetapi bersifat searah, seperti diukur dari titik A ke titik B tidak sama besar hasilnya bila diukur dari titik B ke titik A.
2. Elastisitas Jarak dengan Modifikasi / mid point;
Suatu cara dalam mengukur besaran elastisitas tanpa memperhatikan arah, apakah dimulai dari titik A ke titik B atau sebaliknya, dimana cara ini tidak akan ada perbedaan dari hasilnya, tujuan dari metode perhitungan ini adalah untuk mengatasi kelemahan pada cara pengukuran jarak (a).










Referensi:
www.warta warga_gunadarma.ac.id